✉ admin@sdnmekarsari3.sch.id☎ (021) 87708312
WEBSITE RESMI SEKOLAH
PENGUMUMAN TERBARU
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 M / 1448H — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 M / 1448 H merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekal...
WEBSITE SEKOLAH

Detail Berita

Berbudaya, Unggul, Mandiri, Berkarakter

Logo SD NEGERI MEKARSARI 3
Website ResmiSD NEGERI MEKARSARI 3Berbudaya, Unggul, Mandiri, Berkarakter
Umum

Kuncen (Kumpulan Cerita Pendek) Tuhan Tolong Bantu Saya

Kuncen (Kumpulan Cerita Pendek) Tuhan Tolong Bantu Saya

Pagi itu terasa dingin bagaikan di Himalaya dan Langit terlihat cerah. Disebuah rumah sederhana di dalam gang, seorang anak laki-laki duduk sendirian di dekat Jendela.

Pagi itu terasa dingin bagaikan di Himalaya dan Langit terlihat cerah. Disebuah rumah sederhana di dalam gang, seorang anak laki-laki duduk sendirian di dekat Jendela. Usianya baru sebelas tahun, namun kehidupan telah membuatnya belajar lebih kuat, mandiri daripada anak seusianya. Torik tinggal bersama ibunya, ayahnya telah lama meninggal dunia karena sakit. Ibunya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, terkadang menjadi buruh mencuci pakaian, membantu tetangga membersihkan rumah. Torik sangat menyayangi ibunya, ia tau ibunya sering mengalami kelelahan. Sebentar lagi adzan subuh berkumandang, Torik terbangun tidak sengaja melihat ibunya sedang menghitung uang hasil pekerjaannya " Bu, uangnya cukup untuk membeli beras?" tanya Torik, pelan. Ibu tersenyum, " insyaallah cukup nak, jangan khawatir". Torik tau ibunya sedang berusaha menyembunyikan kesedihannya. Ia menundukkan kepalanya, sambil melangkahkan kakinya menuju mesjid untuk berjamaah solat subuh. " Bu, pagi ini aku tidak perlu berangkat ke sekolah dulu. Aku bisa membantu ibu bekerja." Ibunya langsung menggeleng. "Tidak, Torik kamu harus tetap sekolah dan belajar" "Tapi Bu'' "Tugas kamu Belajar Agama dan ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan adanya diSekolah, selain itu sekolah merupakan jalan untuk mengubah masa depan mu. Ibu mungkin tidak banyak memberikan banyak hal, tetapi ibu ingin kamu tetap belajar". "Torik Terdiam" Tidak terasa waktu sudah menunjukkan siang hari. Torik pulang dari sekolah tidak peduli dengan sengatan panas matahari, kakinya terus melangkah tidak peduli seberapa jauh melangkah menuju rumah. Torik merupakan anak yang rajin solat berjamaah, duhur, ashar, magrib, isya dan subuh di mesjid yang ia kehendaki dengan berjalan kaki. Malam semakin larut. Setelah ibunya tidur, Torik masih terjaga. Ia memandang buku pelajaran yang ada dihadapannya. Besok adalah hari terakhir untuk membayar uang kegiatan sekolah. Jika tidak membayar, ia tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Torik menarik napas panjang. Ia sebenarnya ingin sekali mengikuti kegiatan itu. Apalagi gurunya mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan pengalaman berharga bagi semua siswa. Namun, Torik tahu keadaan keluarganya. Ia kemudian menutup bukunya dan berdoa. “Tuhan, tolong bantu saya. Saya ingin sekolah. Saya ingin membahagiakan Ibu. Saya tidak ingin membuat Ibu semakin susah.” Walaupun kenyataan Torik tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah, ia iklas dan tidak pernah putus dalam berusaha dan berdoa. Tamat.. Argun

← Kembali ke Berita